SHARINGANRabu, Januari 28, 2009
SHARINGANSejarah Akatsuki
Akatsuki adalah nama sebuah kelompok antagonis dalam serial manga dan anime Naruto. Akatsuki beranggotakan 10 orang kriminal kelas S yang ditakuti karena kekuatan dan tabiat mereka yang buruk. Syarat keanggotaan mereka masih belum diketahui secara jelas. Tapi yang pasti, mereka semua mempunyai Kekkei genkai atau setara dengan Kekkei genkai yang unik dan mengerikan .
Tujuan dan visi Akatsuki juga masih belum jelas. Tetapi mereka punya ketertarikan besar terhadap Bijuu —hewan legendaris yang mempunyai chakra yang amat besar yang tidak seorang pun dapat mengendalikannya. Sampai saat ini Akatsuki sudah berhasil mengumpulkan empat ekor Bijuu; yaitu Shukaku si ekor satu, Nekomata si ekor dua, siluman berekor tiga dan siluman berekor empat yang masih belum diketahui namanya.
Tujuan Organisasi
Tujuan Akatsuki ialah penguasaan dunia dengan kekuatan mutlak. Mula-mula mereka akan mengumpulkan ke-9 bijuu. Lalu dengan kekuatan besar, mereka akan membangun desa mereka sendiri dan mengobarkan perang ke seluruh negara. Mereka akan membangun sebuah desa yang sanggup menerima tugas apapun; termasuk pembunuhan, penyerangan, penculikan, perang, dan tugas kotor lainnya. Untuk membangun desa tersebut, mereka membutuhkan uang dalam jumlah besar.
Cara Kerja
Anggota Akatsuki bekerja secara berkelompok masing-masing dua orang yang saling melengkapi kelemahan dan kelebihan masing-masing. Mereka bekerja amat kompak dan kombinasi kekuatan mereka menghasilkan kekuatan yang sangat mematikan. Tetapi dalam tingkat perorangan, para anggota terkadang saling tidak menyukai satu dan lainnya. Akatsuki juga tidak terlalu mengambil pusing dalam hal kematian salah satu anggotanya, yang mereka utamakan adalah keberhasilan dalam misi. Tidak semua anggota Akatsuki bekerja secara berkelompok dua orang, Misalnya Zetsu yang bekerja sendirian.
Kostum dan penampilan
Para anggota Akatsuki menggunakan kostum seragam, yaitu Overcoat dengan corak awan berwarna merah serta bagian leher yang memanjang dengan bagian dalam berwarna merah. Mereka juga ada yang memakai caping jerami dengan kain menjulur di pinggirnya. Mereka juga bersikap hati-hati dan tidak menonjolkan diri.
Pelindung Kepala
Pelindung kepala yang dipakai anggota Akatsuki sedikit berbeda, dimana ada bekas goresan melintang di simbol desa mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi terikat dan terbebas dari desa asal mereka.Lebih tepatnya mereka adalah buronan. Tobi, salah seorang anggota Akatsuki belum menunjukkan pelindung kepalanya. Sedangkan Hidan asal desanya tidak diketahui.
sport
Valentino Rossi akan memburu kemenangan ketiga beruntun seraya memuaskan pendukungnya di Misano. Bukan itu saja, dia juga membidik rekor Giacomo Agostini.Sampai dengan saat ini, Rossi sudah 67 kali jadi juara seri sebuah kelas utama (500cc dan MotoGP). Total 13 kemenangan diraih di kelas 500cc dan 54 kali juara ketika tampil di MotoGP.
Jumlah Italiano yang membalap untuk Fiat Yamaha tersebut hanya terpaut satu dengan torehan pembalap legendaris yang juga berasal dari Italia, Giacomo Agostini. Dia telah 68 kali meraih kemenangan di kelas utama.
Artinya, Rossi akan menyamai torehan Agostini --yang juga pernah membela Yamaha pada periode 1974-1977-- jika mampu jadi pembalap pertama yang melintasi garis finis di Misano akhir pekan ini.
Performa "The Doctor" sendiri sedang menanjak usai meraja di dua seri terakhir, Laguna Seca dan Brno. Kemenangan di Misano --yang letaknya tidak jauh dari kampung halaman Rossi-- tak pelak juga bakal kian mendekatkan dirinya ke tahta juara dunia.
Created by : BradewaGT
Selasa, Januari 27, 2009
puisi cinta
kumpulan pantun
LANTUN MAHAKAM by:Idris Nasrulah | |||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||
|
Polusi Jadi Penyebab 40% Kematian Manusia di Dunia
Jakarta (ANTARA News) - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa polusi air, udara, dan tanah, beriring dengan faktor lingkungan lain, menjadi penyebab 40 persen kematian manusia di dunia, kata pakar ekologi dari Universitas Cornell di Amerika Serikat (AS), David Pimentel.Ia memperkirakan, tiap tahunnya sekitar 62 juta kematian atau 40 persen dari total kematian di umat manusia di dunia disebabkan oleh faktor lingkungan, terutama zat polutan organik dan kimiawi yang terakumulasi dalam udara yang dihirup dan air yang diminum setiap hari.
Dikutip dari laman "LiveScience", Pimentel menjelaskan bahwa meskipun berbagai pihak telah menyadari besarnya dampak polusi terhadap kematian di dunia, tapi tetap saja para peneliti terkejut dengan besarnya "angka sumbangan" polusi itu.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, sekira 1,1 miliar orang penduduk Bumi saat ini kesulitan mendapat akses air bersih. Itu sebabnya 80 persen penyebaran penyakit menular ditularkan lewat air.
"Air adalah perhatian utama, itu tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Pimentel, karena semua orang menggunakan air untuk minum, masak, mencuci, dan mandi.
Air yang terkontaminasi dengan kotoran bisa menjadi media transmisi penyakit saluran pencernaan seperti kolera, gangguan usus (yang bisa bercampur dengan masalah kesehatan lain bisa menimbulkan malnutrisi), dan berbagai penyakit lain yang telah membunuh jutaan orang tiap tahun, terutama anak-anak.
Menurut data penelitian tahun 2004 oleh Pusat Populasi, sekitar 2,2 juta bayi dan anak meninggal tiap tahun akibat diare, sebagian besar diakibatkan kontaminasi air dan makanan.
Masih menurut data itu, air yang terpapar zat polutan di Afrika dan India menyebabkan kematian 1,4 juta orang tiap tahun. Mereka meninggal akibat penyakit-penyakit seperti kolera dan disentri.
"Sanitasi dan kebersihan air, di seluruh dunia, adalah penyebab utama penyebaran penyakit," kata ilmuwan di WHO, Annette Pruss-Ustun.
Kebanyakan masalah air yang terkontaminasi ini dialami oleh negara-negara berkembang, di mana infrastuktur pengolahan sampah dan air masih sangat minim.
PBB menyebutkan, di negara-negara berkembang, sekitar 95 sampah kota yang tidak diolah, dibuang langsung ke danau-danau atau sungai yang mereka gunakan airnya untuk minum dan mandi.
by yesi mersita


